8 hari lalu aku aborsi, setelah bergumul sendiri selama 6 minggu akhirnya aku memutuskan hal tersebut. Tidak ada yang memaksaku, pacarku mau tanggungjawab, tapi aku sendiri yang ketakutan akan mempermalukan keluarga. Aku pilih diam dan akhirnya meledaklah pertahananku antara tega dan tidak.Aborsi bukan jalan keluar terbaik untuk menyelesaikan masalah kehamilan tidak diinginkan. Ada berbagai dampak fisik dan psikis yang akan terjadi setelah aborsi. Dampak fisik diketahui dari bentuk tubuh yang berbeda, hal itu disebabkan hormon esterogen, hormon chorionic gonadotropin (HCG), dll. Hormon inilah yang membentuk naluri seorang ibu hamil, dia akan lebih protektif terhadap anaknya, mempersiapkan keluarnya ASI, penambahan berat badan untuk kecukupan gizi anak, lebih peka terhadap suara tangis bayi, dll. Nah, jika terjadi aborsi maka janinnya memang mati tetapi hormonnya masih berkerja, makanya si ibu masih bisa merasakan seolah-olah anaknya masih hidup dan bergerak. Perlu setiadaknya 1-2 bulan untuk membuat tubuh ini sadar sudah tidak ada janin dan dapat berfungsi seperti sebelum kehamilan. Gambar diambil disini.
Yah aku berhasil, janinku keluar. Tetapi alangkah terkejut diriku mendapati janinku telah berbentuk. Janin merah ada tangan, kaki mata, telinga yg kecil, ari-ari, lucu imut. Dia berumur 3bulan. Awalnya aku lega sungguh lega sekali, tapi 3 hari kemudian aku menanyakan pada pacarku dimana anakku, aku bercerita bahwa janinku bergerak dalam perut, aku gila aku yakin kemarin cuma mimpi aku masih hamil. Aku begitu menyesal, berdosa pada janin dan pacarku karena mengajaknya jatuh dalam dosa aborsi.
Dan kini setelah aborsi, aku mulai mengingat apa alasan aku aborsi. Ternyata apa? Aku ga nemuin satu pun alasan yang kuat dan masuk akal! Semua karena aku kalut dan risau, maka tidak terpikir olehku hal yang jernih.
Jika kamu cewek, ini akan lebih berat karena kita punya naluri seorang ibu. Saat ini mungkin belum ada naluri itu, tapi nanti apabila kamu sudah aborsi kamu pasti akan menyesal sekali.
Jika kamu cowok, beranilah, bertanggungjawablah dan tegaslah, jangan sampai disaat semua terjadi kamu menemukan cewek kamu seperti orang gila yang mencari anaknya dan menangis tiada henti. Doaku agar kalian tidak bernasib sama.
Dampak Psikis tentu saja berpengaruh. Setelah aborsi tubuh merespon sebagai hal yang ganjil. Tubuh sudah mempersiapkan kedatangan masusia baru tetapi tiba-tiba terhenti. Rasa penyesalan dan kekecewaan mungkin hadir atau juga ketakutan tidak bisa punya anak lagi. Bahkan sang ibu merasa amat bersalah pada dirinya sendiri.
Lantas apa yang harus dilakukan?
- Pertama, menyesali perbuatan yang dilakukan dan berjanji tidak akan pernah mengulanginya lagi. Selanjutnya memaafkan diri sendiri atas apa yang terjadi. Ini bagian yang terberat, forgive yourself and move on. Mungkin proses ini akan berlagsung panjang.
- Kedua, menguburkan janin tersebut dan memberikan sebuah nama untuknya. Saya menyarankan untuk mengingat dan mendoakannya dalam setiap doa. Dia adalah anakmu juga, jangan sampai anak ini membenci orang tuanya.
- Ketiga, segera memeriksakan diri ke dokter pasca aborsi. Hal itu berguna untuk membersihkan rahim dari sisa-sisa aborsi, mencegah terjadinya infeksi, memeriksakan organ reproduksi. Selain itu tenangkanlah diri dengan mendekatkan diri pada Tuhan, meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya. Semoga mendapat hikmah dari semua ini. Jika beban ini terlalu berat, bisa berkonsultasi dengan seorang psikolog.
repost dari --> http://tukangobatbersahaja.com/2011/03/02/dampak-psikis-setelah-aborsi/#more-3374


Tidak ada komentar:
Posting Komentar